PENGARUH KOMUNIKASI YANG EFEKTIF DALAM ORGANISASI

Posted: 24th February 2012 by Achmad Sudiro, Prof, Dr, SE, ME in Uncategorized

PENGARUH KOMUNIKASI YANG EFEKTIF DALAM ORGANISASI TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA BAGIAN PRODUKSI (Studi Pada PT. Tirta Investama Pandaan)

Achmad Sudiro *)

Nona F. A. Sumanang**)

 

 Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis pengaruh variabel-variabel komunikasi yang efektif yang terdiri dari: penyandian, pengartian, gangguan, keterampilan, sikap, pengetahuan, dan saluran yang dipakai terhadap kepuasan kerja karyawan pada bagian produksi PT. Tirta Investama Pandaan, dan (2)menganalisis variabel-variabel komunikasi yang efektif yang pengaruhnya dominan terhadap kepuasan kerja karyawan pada bagian produksi PT. Tirta Investama Pandaan. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan metode sampel random atau sampel acak dari seluruh karyawan produksi PT. Tirta Investama Pandaan. Dalam penelitian ini digunakan analisis regresi berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) ke tujuh variabel komunikasi yang efektif yakni; penyandian, pengartian, gangguan, keterampilan, sikap, pengetahuan dan saluran yang dipakai secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan, (2) ada tiga variabel secara parsial yang mempengaruhi secara signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan. Variabel-variabel itu adalah pengartian, keterampilan dan saluran yang dipakai; dan (3) variabel keterampilan merupakan variabel yang dominan mempengaruhi kepuasan kerja karyawan.

Kata-kata kunci:  Komunikasi, efektivitas, kepuasan kerja

*) Dosen Fakultas Ekonomi Unibraw

**) Alumni Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Unibraw

Artikel ini telah dimuat pada Jurnal Aplikasi Manajemen V0lume III, 2005.

PENDAHULUAN

              Manusia merupakan unsur yang terpenting dalam suatu organisasi, maka pemeliharaan hubungan yang terus-menerus dan serasi antara manajer dengan karyawan dalam setiap organisasi menjadi sangat penting. Pemeliharaan hubungan tersebut adalah menyangkut komunikasi yang efektif dalam organisasi agar dapat tercapai kepuasan kerja karyawan.

                Komunikasi yang terbuka dan efektif dapat dianggap sebagai aset bagi sebuah yang jujur, langsung dari manajemen dan bekerja dengan manajemen dalam tim yang organisasi. Methodist Hospital di Houston dimasukkan dalam buku terlaris Robert Levering dan Milton Moskowitz berjudul The 100 Best Companies to work for in America edisi tahun 1993. Charles E. McDonald, pengawas rumah sakit, mengatakan kepuasan kerja karyawan adalah faktor utama dari struktur komunikasi yang menonjol dari rumah sakit. Karyawan menerima komunikasi kompak yang berkomunikasi secara terbuka dan sering (James A. F. Stoner, R. Edward Freeman, Daniel R. Gilbert, Jr, 1996:222).

       Terciptanya komunikasi yang efektif di antara manajer dan karyawan banyak dipakai alasan oleh karyawan untuk menyukai pekerjaannya. Dalam hal ini adanya kesediaan pihak manajer untuk mau mendengar, memahami dan mengakui pendapat ataupun prestasi karyawannya sangat berperan dalam menimbulkan rasa puas terhadap kerja.

     Penting bagi manajer untuk mengusahakan terciptanya komunikasi yang efektif dalam organisasi. Sebab dengan efektifnya komunikasi dalam organisasi tersebut maka akan memacu peningkatan kepuasan kerja karyawan, sehingga dapat meningkatkan produktivitas yang artinya bagi organisasi adalah bahwa dalam organisasi terjadi peningkatan produksi dan pengurangan biaya melalui perbaikan sikap dan tingkah laku karyawannya. Selanjutnya, masyarakat tentu akan menikmati hasil kapasitas maksimum dari organisasi serta naiknya nilai manusia di dalam konteks pekerjaan. manusia merupakan unsur yang terpenting dalam suatu organisasi, maka pemeliharaan hubungan yang terus-menerus dan serasi antara manajer dengan karyawan dalam setiap organisasi menjadi sangat penting. Pemeliharaan hubungan tersebut adalah menyangkut komunikasi yang efektif dalam organisasi agar dapat tercapai kepuasan kerja karyawan.

        Komunikasi yang terbuka dan efektif dapat dianggap sebagai aset bagi sebuah organisasi. Methodist Hospital di Houston dimasukkan dalam buku terlaris Robert Levering dan Milton Moskowitz berjudul The 100 Best Companies to work for in America edisi tahun 1993. Charles E. McDonald, pengawas rumah sakit, mengatakan kepuasan kerja karyawan adalah faktor utama dari struktur komunikasi yang menonjol dari rumah sakit. Karyawan menerima komunikasi yang jujur, langsung dari manajemen dan bekerja dengan manajemen dalam tim yang kompak yang berkomunikasi secara terbuka dan sering (James A. F. Stoner, R. Edward Freeman, Daniel R. Gilbert, Jr, 1996:222).

     Terciptanya komunikasi yang efektif di antara manajer dan karyawan banyak dipakai alasan oleh karyawan untuk menyukai pekerjaannya. Dalam hal ini adanya kesediaan pihak manajer untuk mau mendengar, memahami dan mengakui pendapat ataupun prestasi karyawannya sangat berperan dalam menimbulkan rasa puas terhadap kerja.

       Penting  bagi  manajer  untuk  mengusahakan  terciptanya    komunikasi yang efektif dalam organisasi. Sebab dengan efektifnya komunikasi dalam organisasi tersebut maka akan memacu peningkatan kepuasan kerja karyawan, sehingga dapat meningkatkan produktivitas yang artinya bagi organisasi adalah bahwa dalam organisasi terjadi peningkatan produksi dan pengurangan biaya melalui perbaikan sikap dan tingkah laku karyawannya. Selanjutnya, masyarakat tentu akan menikmati hasil kapasitas maksimum dari organisasi serta naiknya nilai manusia di dalam konteks pekerjaan.

       Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan di atas, maka peneliti tertarik untuk mengkaji permasalahan mengenai pengaruh dari komunikasi yang efektif dalam organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan pada bagian produksi di Pt. Tirta Investama Pandaan, dengan menelaah: (1) apakah variabel-variabel penyandian, pengartian, gangguan, keterampilan, sikap, pengetahuan dan saluran yang dipakai berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan pada bagian produksi PT. Tirta Investama Pandaan, dan (2) variabel apakah yang berpengaruh paling besar terhadap kepuasan kerja karyawan?

   Sedangkan penelitian ini bertujuan: (1) menganalisis pengaruh variabel-variabel komunikasi yang efektif yang terdiri dari: penyandian, pengartian, gangguan, keterampilan, sikap, pengetahuan, dan saluran yang dipakai terhadap kepuasan kerja karyawan pada bagian produksi PT. Tirta Investama Pandaan, dan (2)menganalisis variabel-variabel komunikasi yang efektif yang pengaruhnya paling terhadap kepuasan kerja karyawan pada bagian produksi PT. Tirta Investama Pandaan.

Gambar 1 Kerangka Pikir

       Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah: (1) terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan antara tujuh variabel komunikasi yang efektif yang terdiri dari, variabel penyandian, pengartian, gangguan, keterampilan, sikap, pengetahuan dan saluran yang dipakai terhadap kepuasan kerja karyawan bagian produksi PT. Tirta Investama Pandaan, dan (2) dari ke tujuh variabel tersebut, variabel keterampilan yang paling dominan dalam mempengaruhi kepuasan kerja karyawan bagian produksi PT. Tirta Investama Pandaan.

METODE

Lokasi Penelitian

       Penelitian ini dilakukan di PT. Tirta Investama Pandaan yang bertempat di Jalan Raya Surabaya – Malang Km 48,5 di Dusun Karanganom, Desa karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur (67156).

Penentuan Variabel

       Variabel-variabel dalam penelitian ini meliputi variabel bebas (X) yang terdiri dari variabel komunikasi yang efektif yaitu penyandian, pengartian, gangguan, keterampilan, sikap, pengetahuan, dan saluran yang dipakai. Variabel terikat (Y) merupakan variabel kepuasan kerja karyawan.

Tabel 1  Variabel Penelitian

No Variabel Indikator Metode Pengumpulan Data Skala
1.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.

 

Komunikasi Yang Efektif (X)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kepuasan Kerja Karyawan (Y)

Penyandian (X1)

 

Pengartian (X2)

 

Gangguan (X3)

 

Keterampilan (X4)

 

Sikap (X5)

 

Pengetahuan (X6)

 

Saluran Yang Dipakai (X7)

Kepuasan Kerja Karyawan

Kuesioner dan wawancara

Kuesioner dan wawancara

Kuesioner dan wawancara

Kuesioner dan wawancara

Kuesioner dan wawancara

Kuesioner dan wawancara

Kuesioner dan wawancara

Kuesioner dan wawancara

Likert

 

Likert

 

Likert

 

Likert

 

Likert

 

Likert

 

Likert

 

Likert

 

Populasi Dan Sampel

       Di dalam penelitian ini, populasinya adalah karyawan bagian produksi PT. Tirta Investama Pandaan dengan jumlah 625 orang. Agar sampel yang diambil dapat dikatakan representatif, maka penentuan besarnya sampel ini didasarkan pada uraian Arikunto (2002:112) “Apabila subyeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Selanjutnya jika subyeknya besar (lebih dari 100) dapat diambil antara 10 – 15% atau 20 – 25% atau lebih. Sehingga berdasarkan uraian Arikunto (2002:112) jumlah sampel yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah:

625 X 10% = 62,5 dibulatkan menjadi 65 karyawan

Teknik Pengambilan Data

       Data yang digunakan di dalam penelitian ini ada dua jenis, yaitu (1) data primer, data yang diperoleh langsung dari responden; dan (2) data sekunder, data yang diperoleh baik dari kepustakaan, lembaga terkait, maupun dari sumber-sumber lain yang relevan dengan penelitian ini.

Analisis Regresi Linear Berganda

       Untuk memprediksi besarnya variabel terikat yaitu kepuasan kerja karyawan (Y), dengan menggunakan data variabel bebas; penyandian, pengartian, gangguan, keterampilan, sikap, pengetahuan, dan saluran yang dipakai yang sudah diketahui besarnya. Maka persamaan regresi yang digunakan adalah:

Dimana:

Y                                                   = Kepuasan Kerja Karyawan

a                                                    = Konstanta

b1, b2, b3,b4, b5,b6,b7     = Koefisien beta masing-masing variabel independen

X1                                                 = Indikator variabel yang membentuk penyandian

X2                                                 = Indikator variabel yang membentuk pengartian

X3                                                 = Indikator variabel yang membentuk gangguan

X4                                                 = Indikator variabel yang membentuk keterampilan

X5                                                 = Indikator variabel yang membentuk sikap

X6                                                 = Indikator variabel yang membentuk pengetahuan

X7                                                 = Indikator variabel yang membentuk saluran yang dipakai

HASIL

Hasil Analisis Regresi Berganda

Hasil Analisis Regresi Pengaruh Variabel Bebas (X) terhadap Variabel Terikat (Y) secara Simultan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

sisanya sebesar 59,6% dijelaskan oleh variabel lain di luar model. Hal ini sekaligus membuktikan hipotesis pertama yang menyatakan terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan antara tujuh variabel komunikasi yang efektif yang terdiri dari, variabel penyandian, pengartian, gangguan, keterampilan, sikap, pengetahuan dan saluran yang dipakai terhadap kepuasan kerja karyawan bagian produksi PT. Tirta Investama Pandaan.

Hasil Analisis Regresi Pengaruh Variabel Bebas (X) terhadap Variabel terikat (Y) secara Parsial

       Secara parsial hanya tiga variabel bebas yang berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan yaitu pengartian, keterampila dan saluran yang dipakai di mana nilai signifikan masing-masing variabel adalah pengartian 0,009, keterampilan 0,002 dan saluran yang dipakai 0,044 lebih kecil dari 0,05. Variabel penyandian, gangguan, sikap dan pengetahuan tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan hal ini ditunjukkan dari nilai signifikansi yang lebih besar dari 0,05. Jika ditinjau dari koefisien Beta dan nilai t, urutan besarnya pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat dapat diketahui peranan dari variabel bebas sebagai variabel prediktor dengan memperhatikan nilai , dimana variabel keterampilan mempunyai nilai  paling besar dengan signifikansi paling rendah dibandingkan dengan variabel yang lainnya. Dengan demikian hal ini sekaligus membuktikan hipotesis ke dua yang menyatakan bahwa dari ke tujuh variabel tersebut, variabel keterampilan yang paling besar dalam mempengaruhi kepuasan kerja karyawan bagian produksi PT. Tirta Investama Pandaan.

Implikasi Penelitian

       Kepuasan kerja karyawan adalah faktor utama dari struktur komunikasi yang menonjol dari PT. Tirta Investama Pandaan, karena dirasakan oleh supervisor hanya melalui komunikasilah mereka dapat mengetahui kebutuhan, keinginan, dan harapan dari karyawan dalam bekerja.

       Komunikasi yang efektif dapat dilihat dari dimensi komunikasi yang efektif yang terdiri dari penyandian, pengartian, gangguan, keterampilan, sikap, pengetahuan, dan saluran yang dipakai. Perusahaan dapat mengevaluasi dan memperbaiki dengan melihat dimensi komunikasi yang efektif yang ada. Untuk efektivitas dan hasil yang optimal maka perusahaan perlu memikirkan dan melihat faktor yang perlu ditingkatkan dan diperbaiki secara terus-menerus sehingga dapat mempengaruhi kepuasan kerja karyawan.

       Saluran komunikasi yang digunakan oleh supervisor dan karyawan produksi pada PT. Tirta Investama Pandaan adalah tatap muka. Tatap muka merupakan  saluran komunikasi dengan saluran yang tinggi tingkat kekayaannya. Hal ini didasari dengan pertimbangan bahwa latar belakang pendidikan, pengalaman yang tidak terlalu tinggi membuat karyawan produksi kesulitan dalam mengartikan pesan (lisan) yang diterima atau kesulitan dalam mengemukakan pesan (lisan), sehingga dirasakan oleh pihak manajemen bahwa dengan tatap mukalah maka komunikasi yang berlangsung antara supervisor dan karyawan produksi dapat efektif. Sehingga supervisor dituntut terampil dalam berkomunikasi.

       Dalam penelitian ini pula dapat diketahui bahwa tanggapan karyawan produksi tentang komunikasi yang efektif pada PT. Tirta Investama Pandaan yang terdiri dari variabel penyandian, pengartian, keterampilan, sikap, pengetahuan dan saluran yang dipakai mempengaruhi kepuasan kerja karyawan. Sebagian besar tanggapan karyawan menyatakan bahwa variabel keterampilan merupakan variabel yang memberikan kontribusi terbesar terhadap kepuasan kerja karyawan produksi PT. Tirta Investama Pandaan.

       Dengan diketahui bahwa variabel keterampilan yang paling besar dipertimbangkan oleh karyawan produksi maka dapat dijadikan acuan dan pertimbangan untuk meningkatkan kepuasan kerja karyawan. Variabel keterampilan pada penelitian ini terdiri dari 5 item pertanyaan, yaitu sebagai berikut:

  • Karyawan produksi PT. Tirta Investama Pandaan memandang bahwa supervisor mereka (terampil) menguasai dengan baik cara-cara menyampaikan pesan (lisan). Selain itu juga cara penyampaian pesannya dapat menarik perhatian. Nantinya diharapkan supervisor PT. Tirta Investama Pandaan selalu mempertahankan kemampuan yang dimilikinya dalam menyampaikan pesan dan selalu melakukan perbaikan ke arah yang lebih baik.
  • Karyawan produksi PT. Tirta Investama Pandaan memandang bahwa supervisor mereka bersedia untuk mendengarkan dan mau memahami pesan (lisan) yang mereka sampaikan. Karyawan produksi PT. Tirta Investama Pandaan menyadari bahwa hal utama yang membuat mereka menyukai pekerjaan mereka adalah dikarenakan supervisor mereka bersedia untuk mendengarkan dan memahami pesan yang mereka sampaikan. Menurut karyawan produksi PT. Tirta Investama Pandaan supervisor mereka bersedia berbicara langsung dengan karyawan untuk mempelajari apa yang sedang terjadi. Sedangkan menurut supervisor dengan bergaul dan mengembangkan hubungan yang positif dengan karyawan mereka dapat mempelajari secara langsung dari mereka tentang departemen, divisi, atau organisasi mereka.
  • Karyawan produksi PT. Tirta Investama Pandaan memandang bahwa mereka juga bersedia untuk mendengarkan dan memahami pesan (lisan) yang disampaikan oleh supervisor mereka. Terciptanya keterampilan berempati (bersedia mendengar dan memahami) didalam diri supervisor dan karyawan produksi membuat mereka merasakan lingkungan tempat mereka bekerja adalah nyaman. Hal lain yang dirasakan adalah bahwa mereka (supervisor dan karyawan produksi) bekerja dengan manajemen dalam tim yang kompak yang berkomunikasi secara terbuka dan sering.
  • Karyawan produksi PT. Tirta Investama Pandaan memandang bahwa mereka memiliki keberanian untuk bertanya kepada supervisor mereka mengenai kejelasan dari pesan (lisan) yang mereka terima. Keadaan ini menggambarkan kondisi karyawan produksi yang bukan saja terampil mendengar tapi mendengar aktif (berani mengajukan pertanyaan dan menunjukkan minat mereka).
  • Karyawan produksi PT. Tirta Investama Pandaan memandang bahwa supervisor merekapun tidak segan untuk bertanya kepada mereka mengenai kejelasan dari suatu pesan (lisan) yang diterima oleh supervisor. Keadaan ini juga menggambarkan bahwa supervisor produksi PT. Tirta Investama Pandaan terampil dalam menciptakan iklim kerja yang kondusif di mana ada rasa keakraban (tidak ada kesenjangan latar belakang pendidikan).
  • Komunikasi yang berlangsung antara supervisor dan karyawan produksi pada PT. Tirta Investama Pandaan terkadang juga mengalami gangguan. Gangguan tersebut meliputi:
  • Ketika supervisor atau karyawan produksi menyampaikan pesan (lisan) terkadang pesan tersebut diterima supervisor atau karyawan produksi tidak sempurna (terpotong). Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa pesan diterima karyawan tidak sempurna karena tempat kerja yang bising (suara mesin) membuat karyawan tidak dapat mendengar pesan (lisan) dengan jelas.
  • Pesan (lisan) yang diterima baik oleh supervisor maupun karyawan terkadang tidak sesuai dengan kebutuhan. Pesan (lisan) yang tidak sesuai dengan kebutuhan akan menyebabkan si penerima pesan menjadi malas dalam memberikan umpan balik kepada pengirim pesan, akibatnya komunikasi yang terjadi menjadi gagal.
  • Supervisor dan karyawan produksi terkadang mengabaikan atau tidak memperhatikan pesan (lisan) yang mereka terima. Mengabaikan pesan (lisan) juga berarti tidak memberikan umpan balik kepada pengirim pesan, akibatnya komunikasi yang terjadi menjadi gagal.
  • Kondisi lingkungan (tempat kerja) yang tidak mendukung untuk kelangsungan komunikasi yang efektif (bising) membuat komunikasi menjadi terganggu.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

       Komunikasi yang efektif sangatlah penting bagi perusahaan, mengingat sumberdaya menusia memiliki peranan yang sangat berarti bagi perusahaan. Demi menjaga itu semua, maka perusahaan harus dapat secara terus menerus untuk mengevaluasi dan memperbaiki komunikasinya. Pelaksanaan penelitian pada kaaryawan produksi PT. Tirta Investama Pandaan terbatas untuk variabel penyandian, pengartian, gangguan, keterampilan, sikap, pengetahuan dan saluran yang dipakai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komunikasi yang efektif dalam organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan PT. Tirta Investama Pandaan, selain itu juga untuk mengetahui variabel yang memberi pengaruh paling besar terhadap kepuasan kerja karyawan.

       Berdasarkan atas hasil penelitian, maka peneliti dapat memberikan beberapa kesimpulan antara lain:

  • Berdasarkan hasil uji validitas dan reliabilitas maka dapat diketahui bahwa jawaban responden dikatakan valid karena koefisien validitas (r hasil) lebih besar dari r tabel dan signifikansi kurang dari 0,05 (5%), dan dikatakan
  • reliabel karena dari hasil uji didapat koefisien korelasi hitung lebih besar dari r tabel.
  • Didalam pengujian asumsi klasik dapat diketahui bahwa penelitian terbebas dari asumsi multikolinieritas dan heteroskedastisitas serta memenuhi asumsi normalitas. Dengan demikian penelitian ini layak dianalisis dan dibahas.
  • Berdasarkan hasil dari analisis regresi berganda, dapat diketahui bahwa variabel penyandian, pengartian, gangguan, keterampilan, sikap, pengetahuan dan saluran yang dipakai sebagai variabel bebasnya mampu menjelaskan variabel terikat yaitu variabel kepuasan kerja karyawan. Hal ini dapat diketahui dari koefisien determinasi berganda (), yang kegunaannya untuk mengetahui besarnya sumbangan atau kontribusidari keseluruhan variabel bebas pengaruhnya terhadap variabel terikat, sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel bebas (X) yang tidak dimasukkan ke dalam model. Hasil pengolahan data diperoleh koefisien determinasi () atau Adjusted R Square  sebesar 0,404 atau 40,4%. Artinya bahwa variabel Y dijelaskan sebesar 40,4% oleh penyandian (X1), pengartian (X2), gangguan (X3), keterampilan (X4), sikap (X5), pengetahuan (X6) dan saluran yang dipakai (X7) sedangkan sisanya 59,6% dijelaskan oleh variabel lain di luar tujuh variabel bebas yang diteliti.
  • Berdasarkan hasil dari analisis regresi berganda dapat diketahui variabel yang dominan mempengaruhi kepuasan kerja karyawan adalah variabel keterampilan, ini dapat dilihat dengan menggunakan Standardized Coefficients (Beta), karena mempunyai nilai koefisien beta tertinggi diantara keenam variabel lainnya. Hal ini dibuktikan dengan koefisien beta pada penyandian (X1) sebesar 0,071, pengartian (X2) sebesar 0,352, gangguan (X3) sebesar -0,136, keterampilan (X4) sebesar 0,665, sikap (X5) sebesar -0,050, pengetahuan (X6) sebesar 0,057, dan saluran yang dipakai (X7) sebesar 0,547.

Saran

       Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan di atas, peneliti perlu memberikan beberapa saran, yaitu:

  • Demi menumbuhkan kepuasan kerja karyawan produksi PT. Tirta Investama Pandaan, maka diperlukan suatu peningkatan frekuensi dalam berkomunikasi antara  pada PT. Tirta Investama Pandaan secara terus-menerus, karena komunikasi yang efektif tidak dapat dibangun sekali saja kemudian diabaikan di lain waktu, tetapi harus ditingkatkan secara terus-menerus.
  • Diharapkan bagi pihak eksekutif PT. Tirta Investama Pandaan untuk menjaga dan meningkatkan kemampuan supervisor dalam menjalin hubungan positif dengan karyawan produksi dengan cara pihak eksekutif menjadi teladan bagi supervisor dalam hal menjalin komunikasi dengan orang-orang yang ada dibawahnya dan pihak eksekutif selalu memberi masukan  kepada supervisor mengenai pelaksanaan komunikasi yang efektif.
  • Menjaga image yang sudah tertanam dibenak masyarakat, bahwa PT. Tirta Investama Pandaan merupakan salah satu peruasahaan yang sangat peduli dengan peningkatan nilai manusia dalam konteks pekerjaan.

Keterbatasan dan Penelitian Lebih Lanjut

  • Penelitian ini hanya terbatas pada satu perusahaan dan hanya meneliti karyawan bagian produksi. Penelitian selanjutnya dapat diperluas yaitu meneliti dengan obyek yang terdiri dari beberapa bagian dalam perusahaan atau beberapa perusahan yang sejenis.
  • Penelitian ini hanya meneliti pengaruh komunikasi dalam organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan, penelitian selanjutnya dapat dikembangkan untuk meneliti pengaruh komunikasi terhadap kinerja dan kepuasan kerja karyawan.

DAFTAR RUJUKAN

Sondang P. Siagian, 2004, Manajemen Sumberdaya Manusia, PT Bumi Aksara, Jakarta.

Anwar Prabu Mangkunegara, 2004, Manajemen Sumberdaya Manusia Perusahaan, PT Remaja Rosdakarya, Bandung.

Ahmad Tohardi, 2002, Pemahaman Praktis – Manajemen Sumberdaya Manusia,  Mandar Maju, Bandung.

Moh. As’ad, 2003, Psikologi Industri, Liberty, Yogyakarta.

Dan B. Curtis – James J. Floyd – Jerry L. Winsor, 1999, Komunikasi Bisnis Dan Profesional, PT Remaja Rosdakarya, Bandung.

Stephen P. Robbins, 1996, Perilaku Organisasi, Prenhallindo, Jakarta.

Richard L. Daft, 2003, Manajemen, Erlangga, Jakarta.

James A. F. Stoner – R. Edward Freeman – Daniel R. Gilbert, Jr, 1996, Manajemen, PT Bhuana Ilmu Populer.

Suharsimi Arikunto, 2002, Prosedur Penelitian – Suatu Pendekatan Praktik, Rineka Cipta, Jakarta.

J. Supranto, 2003, Metode Riset – Aplikasinya Dalam Pemasaran, Rineka Cipta, Jakarta.

Masri Singarimbun dan Sofian Effendi, 1989, Metode Penelitian Survei, LP3ES, Jakarta.

Wahid Sulaiman, 2004, Analisis Regresi Menggunakan SPSS, ANDI YOGYAKARTA, Yogyakarta.

Drs. H. Indriyo Gitosudarmo, M.Com. dan Drs. Mohammad Najmudin, M.M., Teknik Proyeksi Bisnis, BPFE – Yogyakarta, Yogyakarta.

10 Model Penelitian dan Pengolahannya Dengan SPSS 10.01, Diterbitkan Atas Kerjasama Wahana Komputer Semarang dan Penerbit Andi Yogyakarta

Wahid Sulaiman, 2002, Jalan Pintas Menguasai SPSS 10, ANDI YOGYAKARTA,Yogyakarta.

Singgih Santoso, 2000, Menguasai SPSS 10, PT ELEX MEDIA KOMPUTINDO, Jakarta.

Anto Dajan, 1996, Pengantar Metode Statistik Jilid II, PT. Pustaka LP3ESIndonesia,Jakarta Barat.

B.N. Marbun, SH, 2003, Kamus Manajemen, Pustaka Sinar Harapan,Jakarta.

 

*