MODUL 5 METODOLOGI PENELITIAN BISNIS

Posted: 16th February 2012 by Achmad Sudiro, Prof, Dr, SE, ME in Uncategorized

Modul 5

VARIABEL DAN DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL

1.     PENGERTIAN VARIABEL

        Variabel adalah proksi (proxy) atau representasi dari construct yang dapat diukur dengan berbagai macam nilai.

Variabel merupakan mediator antara construct (abstraksi dari fenomena-fenomena kehidupan nyata yang diamati) yang abstrak dengan fenomena yang nyata. Variabel memberikan gambaran yang lebih nyata mengenai fenomena-fenomena yang digeneralisasi dalam construct. Nilai Variabel. Variabel dapat diukur dengan berbagai macam nilai tergantung pada construct yang diwakilinya. Nilai variabel dapat berupa angka atau berupa atribut yang menggunakan ukuran atau skala dalam suatu kisaran nilai.

2.     MACAM-MACAM VARIABEL

    Variabel-variabel penelitian dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa pendekatan, di antaranya berdasarkan :

A.  Fungsi Variabel

Tipe-tipe variabel dapat diklasifikasikan berdasarkan fungsi variabel dalam hubungan antar variabel, yaitu:

a. Variabel Independen dan Variabel Dependen. Variabel Independen adalah tipe variabel yang menjelaskan atau mempengaruhi atau menjadi penyebab berubahnya variabel dependen. Variabel Dependen adalah tipe variabel yang dijelaskan atau dipengaruhi oleh variabel independen. Variabel independen (prediktor) disebut juga dengan variabel yang diduga sebagai sebab dari variabel dependen, yaitu variabel yang diduga sebagai akibat. Variabel independen juga disebut sebagai variabel yang mendahului dan variabel dependen sebagai variabel konsekuensi.

Bentuk hubungan antara variabel-variabel independen dengan variabel-variabel dependen berupa hubungan korelasional dan hubungan sebab-akibat. Sesuai dengan fenomena sosial, bentuk hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen dapat bersifat positif dan negatif.

 

b. Variabel Moderating (Variabel Contigency)

Variabel Moderating adalah tipe variabel-variabel yang memperkuat atau memperlemah hubungan langsung antaravariabel independen dengan variabel dependen. Variabel moderating merupakan tipe variabel yang mempunyai pengaruh terhadap sifat atau arah hubungan antara variabel. Sifat atau arah hubungan antara variabel-variabel independen dengan variabel-varabel dependen kemungkinan positif atau negatif dalam hal ini tergantung pada variabel moderating.

c. Variabel Intervening. Variabel Intervening adalah tipe variabel-variabel yang mempengaruhi hubungan antara variabel-variabel independen dengan variabel-variabel dependen menjadi hubungan yang tidak langsung. Variabel intervenig merupakan variabel yang terletak diantara variabel-varibel independen dengan variabel-variabel dependen, sehingga variabel independen tidak langsung menjelaskan atau mempengaruhi variabel dependen.

d. Variabel Kontrol. Variabel Kontrol adalah variabel yang mengendalikan agar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen tidak dipengaruhi oleh faktor eksternal.

B. Skala Nilai Variabel

Berdasarkan skala nilainya, variabel-variabel penelitian diklalsifikasikan menjadi 2 (dua), yaitu :

a. Varibel Kontinu. Varibel Kontinu adalah tipe variabel-varabel penelitian yang memiliki kumpulan nilai yang teratur dalam kisaran tertentu. Nilai dalam variabel kontinu menggambarkan peringkat atau jarak berdasarkan skala pengukuran tertentu.

b. Varibel Kategoris. Varibel Kategoris adalah tipe variabel-variabel penelitian yang memiliki nilai berdasarkan kategori tertentu atau lebih dikenal dengan sebutan skala nominal. Skala nilai pada variabel kategoris hanya merupakan label untuk emngidentifikasi kategori atau kelompok variabel yang bersangkutan.

C. Perlakuan terhadap Variabel

Kalsifikasi variabel berdasarkan pada perlakuan peneliti terhadap variabel penelitian yaitu :

  1. Variabel Aktif. Variabel Aktif adalah variabel-variabel penelitian yang dimanipulasi untuk keperluan penelitian eksperimen.
  2. Variabel Atribut. Variabel Atribut adalah variabel-variabel penelitian yang tidak dapat dimanipulasi. Tidak semua variabel penelitian dapat dimanipulasi, misalnya variabel-variabel yang berkaitan dengan karakteristik manusia: intelegensi, sikap, jenis kelamin, status sosial ekonomi. Variabel-variabel tersebut umumnya tidak mungkin atau sulit untuk dimanipulalsi.

3.     DEFINISI OPERASIONAL

            Definisi operasinal adalah penentuan construct sehingga menjadi variabel yang dapat diukur.

            Definisi operasional merupakan jembatan yang menghubungkan conceptual-theoretical level dengan empirical-observatinal level. Definisi operasional menjelaskan cara tertentu yang digunakan oleh peneliti dalam mengoperasionalisasikan construct, sehingga memungkinkan bagi peneliti yang lain untuk malakukan replikasi pengukuran dengan cara yang sama atau mengembangkan cara pengukuran construct yang lebih baik.

4.     PENGUKURAN VARIABEL

Pengukuran adalah penerapan angka-angka terhadap objek atau fenomena menurut aturan tertentu, yaitu:

  • Indikan dari obyek

Indikan adalah sesuatu yang menunjukka pada sesuatu yang lain. Jika kita mengukur suatu objek sebenarnya yang diukur bukannlah objek tersebut, bukan pula sifatnya tetapi yang diukur adalah indikan dari sifat tersebut.

  • Pengukuran versus realita

Pengukuran variabel ilmu sosial sering mengandung tanda Tanya apakah pengukuran yang dilakukan cocok dengan realita. Suatu pengukuran yang baik harus mempunyai sifat isomorphis dengan realita.

    Jenis-jenis ukuran, yaitu : Secara umum, terdapat empat jenis ukuran, yaitu:

  • Ukuran nominal. Ukuran nominal adalah ukuran sederhana di mana angka yang diberikan kepada objek mempunyai arti sebagai label saja dan tidak menunjukkan tingkatan apa-apa.
  • Ukuran ordinal.  Ukuran  ordinal  adalah  angka  yang  diberikan di mana  angka-angka tersebut mengandung pengertian tingkatan. Ukuran ini tidak memberikan nilai absolut terhadap obyek tetapi hanya memberikan urutan atau rangking saja.
  • Ukuran interval. Ukuran interval adalah pemberian angka kepada set dari obyek yang mempunyai sifat-sifat ukuran ordinal dan ditambah satu sifat lain yaitu jarak yang sama pada pengukuran interval menunjukkan jarak yang sama dari cirri atau sifat obyek yang diukur.
  • Ukuran rasio. Ukuran rasio adalah ukuran yang mencakup semua ukuran di atas ditambah dengan satu sifat lain yaitu ukuran ini memberi keterangan tentang nilai absolute dari obyek yang diukur.

5.  KUESIONER ATAU ANGKET

Metode lain dalam upaya mengumpulkan data penelitian adalah dengan metode angket (questionnaire=kuesioner atau daftar pertanyaan). Angket adalah sejumlah pertanyaan secara tertulis yang akan dijawab oleh responden penelitian agar peneliti memperoleh data lapangan atau empiris untuk memecahkan masalah penelitian dan menguji hipotesis yang telah ditetapkan.

Proses penyampaian pertanyaan kepada responden yang menjadi subjek penelitian dilakukan dengan penyampaian daftar pertanyaan kepada responden secara langsung. Pengertian langsung disini dalam arti peneliti menemui subyek penelitian (responden) untuk menyampaikan angket untuk diisi atau dijawabnya. Jawaban dapat disampaikan secara langsung pada saat angket diberikan atau atau dapat pula dilakukan dengan tenggang waktu dengan cara angket ditinggalkan kepada responden untuk beberapa waktu kemudian angket akan diambil oleh peneliti.

a.     Proses pembuatan Angket

Angket yang disusun harus benar-benar dapat mengukur variabel penelitian secara tepat. Angket harus memberikan penilaian atau ukuran terhadap variabel pnelitian secara benar dan tepat. Oleh karena itu dalam penyusunan angket penelitian minimal memperhatikan beberapa hal, yaitu:

  •   Adanya relevansi antara pertanyaan angket dengan rumusan masalah dan hipotesis penelitian
  •  Kerangka arah angket adalah deskripsi lebih lanjut sebagai upaya pengukuran dari suatu variabel penelitian.
  • Penggunaan kata dan kalimat yang sederhana dan fokus.
  • Pertanyaaan dan pernyataan tidak mendua (ambigu) arti atau samar-samar, dapat memberikan keberanian untuk menjawab.
  •  Penggunaan tata bahasa yang baik dan benar.

b.     Susunan Angket

Pada umumnya angket disusun dalam bentuk buku. Oleh karena itu perlu sistematika dan isi yang baik. Susunan dan isi angket dapat terbagi dalam 3 bagian, yaitu:

  • Bagian awal. Bagian awal ini berisi judul penelitian dan identitas tim atau yang menerbitkan angket tersebut.pada bagian ini juga perlu disampaikan kata pengantar dari peneliti dan petunjuk menjawab atau mengisi pertanyaan dalam angket tersebut.
  • Bagian isi. Berisi pertanyaan-pertanyaan inti yang harus dijawab atau diisi oleh responden. Susunan pertanyaan inti penelitian dapat dikelompokkan sebagai berikut:

Pertanyaan pendahuluan yang biasanya berisi identitas responden (nama, alamat tempat tinggal)

Pertanyaan ciri demografi (umur, status pekerjaan,status perkawinan, pendidikan, agama, dll)

Pertanyaan inti yang dapat meliputi perilaku, pendapat, sikap, informasi maupun persepsi

  • Bagian akhir. Pada bagian akhir ini dapat disampaikan beberapa pesan, catatan-catatan, saran-saran dari responden atas angket dan atau data yang berkaitan dengan penelitian tersebut

c.     Model pertanyaan dalam angket

Pembuatan pertanyaan ditinjau dari segi model dapat dikelompokkan menjadi 4, yaitu:

  • Pertanyaan tertutup. Yaitu model pertanyaan dimana pertanyaan tersebut telah disediakan jawabannya, sehingga responden hanya memilih dari alternatif jawaban yang sesuai dengan pendapatnya atau pilihannya
  • Pertanyaan terbuka. Yaitu model pertanyaan dimana peneliti tidak menyediakan jawaban atas pertanyaan yang diajukan, sehingga responden lebih dapat memberikan jawaban yang bebas, luas dan bervariasi sesuai denagn pemahaman, pengetahuan atau pendapat yang dimilikinya.
  • Pertanyaan semi terbuka. Pertanyaan model ini disusun dengan memberikan atau menyediakan jawaban alternatif yang dapat dijawab atau dipilih responden penelitian, namun juga disediakan jawaban yang terbukanya.
  • Pertanyaan tertutup dan terbuka, merupakan model pertanyaan dimana jawaban alternatif disediakan dan diikuti dengan pertanyaan terbukanya.


DAFTAR PUSTAKA

 

Sekaran, Uma.2006.Research Methods for Business Buku 1 Edisi 4.Jakarta: Salemba Empat.

Indriantoro,Nur,Bambang Supomo.2001.Metodologi Penelitian Bisnis Untuk Akuntansi dan Manajemen Edisi 1.Yogyakarta:BPFE-YOGYAKARTA.

Purwanto,Erwan Agus,Dyah Ratih Sulistyastuti.2007.Metode Penelitian Kuantitatif Untuk Administrasi Publik dan Masalah-masalah Sosial Edisi 1.Yogyakarta:GAVA MEDIA.

Bungin,Burhan.2006.Metodologi Penelitian Kuantitatif: Komunikasi, Ekonomi, dan Kebijakan Publikserta Ilmu-ilmu Sosial Lainnya Edisi 1.Jakarta:Kencana.

Umar,Husein.2007.Metodologi Penelitian untuk Skripsi dan Tesis Bisnis.Jakarta:PT. Raja Grafindo Persada.

 

*