MODUL 1 METODOLOGI PENELITIAN BISNIS

Posted: 16th February 2012 by Achmad Sudiro, Prof, Dr, SE, ME in Uncategorized

Modul 1

MENENTUKAN PERMASALAHAN

Memilih judul penelitian

Persoalan rumit pertama dalam penelitian adalah menentukan apa yang akan  diteliti. Hal yang ingin  diteliti bisa muncul dari pertimbangan teoritis, pragmatis, atau kedua-duanya. Tidak ada pedoman yang baku yang bisa digunakan untuk membantu peneliti memilih isu penelitiannya.

Tidak ada jawaban yang tegas dan pasti di mana peneliti dapat menemukan isu penelitiannya. Sumbernya bisa berasal dari pengalaman pribadinya, informasi yang dibacanya, percakapan- percakapan, apa-apa yang diekspos di media masa, teori yang dipelajari, kejadian-kejadian yang dilihat sehari-hari, nilai yang dianut, dan lain sebagainya. Dalam kenyataannya, apa pun yang terjadi dalam diri peneliti, dapat merupakan sumber inspirasi untuk adanya proyek penelitian.

Pada umumnya penelitian dilakukan guna mencapai sasaran tertentu. Suatu penelitian bisa mempunyai kegunaan praktis jika isu penelitian yang dipilihnya adalah yang berkenaan dengan yang dijumpai peneliti dalam lingkungan di mana dia hidup. Yang dimaksud dengan masalah dalam konteks ini adalah sesuatu hal yang dianggap negatif berdasarkan ukuran tertentu. Jika sekelompok pegawai selalu datang di atas jam kerja yang seharusnya maka terlihat adanya masalah. Jika produksi selalu tidak mencapai target, maka terdapat masalah. Seorang manajer pemasaran melakukan penelitian tentang kepuasan konsumen karena mulai banyak keluhan-keluhan dari mereka. Isu penelitian manajer tersebut adalah “kepuasan konsumen”. Manajer produksi juga melakukan penelitian tentang pengendalian kualitas karena banyak barang yang ditolak oleh para pemesan. Isunya adalah “quality-control”. Seorang mahasiswa mengambil isu “disiplin kerja” untuk penelitiannya, karena ketika datang ke suatu departemen ternyata pegawainya seringkali terlambat datang di kantor. Isu-isu penelitian tersebut tadi benar-benar didasarkan atas masalah yang nyata terjadi dan sasarannya adalah memecahkan masalah tersebut.

Penelitian dapat juga diawali dengan adanya imajinasi dan keinginantahuan  yang kuat dari peneliti. Tanpa ada kejadian yang sangat istimewa (negatif/positif), seseorang bisa melakukan penelitian karena ada sesuatu hal yang ingin diketahuinya sendiri, guna kepentingan ilmunya sendiri. Seorang yang tertarik dalam bidang ilmu manajemen dapat saja meneliti efektivitas suatu program gugus kendali mutu bukan untuk kegunaan  praktis, tetapi semata-mata ingin membuktikan teori yang dipelajarinya. Seseorang dapat juga meneliti budaya organisasi dengan tujuan “hanya” ingin mengetahuinya saja. Atau bahkan melakukan serangkaian penelitian dengan maksud menyusun suatu teori baru.

Apakah pemilihan isu berangkat dari masalah atau keingintahuan yang kuat, beberapa pertimbangan yang umumnya juga digunakan antara lain adalah (1) apakah isu yang dipilih merupakan isu yang dapat menghasilkan penghargaan atau pengakuan orang lain; (2) tersedianya bantuan finansial dan tenaga peneliti, karena setiap isu yang dipilih selalu mempunyai akibat terhadap dua aspek tersebut. Setidaknya harus terlihat:

  • Apa variabelnya
  •  Apa obyeknya
  • Di mana lokasinya
  • Apa yang harus ada di dalam suatu judul penelitian, setidaknya harus ada:

Apa variabelnya, apa objeknya, dan dimana lokasinya

  • Bentuk kalimat di judul penelitian, seperti :

Pengaruh..tehadap…; hubungan…dengan…; dampak…terhadap…; peranan…terhadap…; perbedaan…dengan…; perbandingan…dengan…

  • Berisi tentang alasan dari mahasiswa mengapa penelitian dengan judul tersebut menarik untuk dilakukan atau permasalahan dalam penelitian itu menarik untuk diteliti
  • Judul penelitian sangat menentukan langkah-langkah berikut bahkan sampai ke metode dan analisis penelitian, oleh karena itu perlu mempertimbangkan beberapa hal sebelum mengusulkan Judul diantaranya adalah:

1. Waktu

Pertimbangan waktu disini peneliti harus mempertimbangkan kalau judul tersebut dalam pelaksanaanya perlu eksperimen atau percobaan dalam waktu yang cukup lama, berbulan bulan atau jangka waktu yang lama, maka akan kesulitan bagi Peneliti sebagai Mahasiswa yang hanya dibatasi dengan waktu tertentu.

2. Minat

Seorang peneliti dalam mengajukan hal yang akan diteliti sebaiknya sesuai dengan yang diminati, sehingga pada saat melakukan kegiatan tidak terkesan memaksakan diri.

3. Dana

Bagi peneliti dengan penyediaan dana yang terbatas juga perlu diperhatikan sehingga tidak terdapat kesulitan dalam pelaksanaan penelitian secara tehnis maupun penelusuran literatur.

4. Penelusuran judul

Penelusuran judul penting untuk mencegah penelitian yang akan dilakukan sudah dilakukan sebelumnya oleh peneliti lain.

5. Literatur.

Literatur hendaknya dipertimbangkan sehingga pada saat dibutuhkan akan muda didapatkan terutama peneliti yang dibatasi waktu secara ekstrim seperti Mahasiswa yang terbatas baik secara finansial maupun waktu, sehingga tidak menyulitkan.

Contoh Judul Penelitian  Eksperimen :

  1. Pengaruh Garam beryodium Pada Ibu Hamil
  2. Hubungan pola makan dengan IQ pada Anak.
  3. Pengaruh aktifitas olahraga terhadap imunitas.

Contoh Judul Penelitian yang Non-eksperimen:

  1. Persepsi anak jalanan terhadap Kesehatan Reproduksi
  2. Persepsi Mahasiswa Kedokteran terhadap Pendidikan tinggi Keperawatan.
  3. Pola sikap dan pengetahuan penderita TB Paru terhadap pengobatan fase pendek.
  • Judul harus menggambarkan apa yang ingin dilakukan dan kontribusi apa yang ingin dicapai pada bidang yang diteliti.

Rumusan Masalah

  • Rumusan masalah =  problem question=  pertanyaan penelitian,   yang umumnya disusun dalam bentuk kalimat tanya, pertanyaan-pertanyaan tersebut akan menjadi arah kemana sebenarnya penelitian akan dibawa, dan apa saja sebenarnya yang ingin dikaji/dicari tahu oleh si peneliti.
    • Masalah : kesenjangan (gap) antara apa yang seharusnya ada (das sollen) dan apa yang terjadi dalam kenyataan (das sein), atau ada kesenjangan antara harapan dan kenyataan.
    • Sebutkan  dengan jelas dan singkat pertanyaan penelitian. Kemukakan juga dari mana datangnya pertanyaan penelitian ini kushusnya dengan memperlihatkan gap yang ada pada literature. Klarifikasi konsep yang tidak jelas.

Pembentukan Rumusan Masalah

Penentuan topik adalah tahap awal dalam proses penelitian atau penyusunan karya ilmiah. Topik yang masih bersifat awal tersebut kemudian difokuskan dengan cara membuatnya lebih sempit cakupannya atau lebih luas cakupannya. Ketika cakupannya sudah sesuai, kemudian permasalahan dapat ditentukan. Permasalahan dapat berupa pertanyaan yang kemudian analisis atau pernyataan argumentasi yang merupakan penjabaran bukti berdasarkan analisis. Berikut ini langkah-langkah yang dilakukan untuk menemukan permasalahan dari topik karya ilmiah yang sudah siap.

1. Tentukan tipe karya ilmiah

Berikut ini beberapa tipe karya ilmiah :

  • ANALISIS melihat apa yang dibalik permukaan materi: melihat hubungan antar bagian dan keseluruhan, mengenali hubungan antara sebab-akibat, mencari hal-hal penting, mempertanyakan suatu validitas. Kata tanya yang digunakan BAGAIMANA, atau APA.Kalimat tanya yang dibentuk bukanlah kalimat tanya yang tertutup atau hanya membutuhkan jawaban “ya” atau “tidak”. Kalimat tanya yang dibentuk membutuhkan penjabaran dalam menjawabnya. Penjabaran itulah yang kemudian menjadi karya ilmiah yang disusun dalam bab-bab yang berurutan dan saling berhubungan.

Contoh rumusan masalah :

  1. Bagaimana Metade Dublin Core yang memiliki 15 elemen mampu mengklasifikasikan informasi berbentuk image, audio dan video?
  2. Bagaimana data ciri khas masing-masing informasi tersebut dapat diadaptasi olehMetadata Dublin Core?
  3. Apa faktor-faktor dalam metode Winter yang menyebabkan perubahan nilaiproduksi barang tertentu?
  4. Bagaimana menghasilkan trend prestasi akademik dari setiap angkatan mahasiswa berdasarkan hasil test masuk?
  • PERBANDINGAN berarti mencari perbedaan dan persamaan. Aspek yang

dibandingkan disiapkan dan digunakan untuk menyusun penulisan.

Contoh :

  1. Bandingkan performa akses ke digital library dengan repository terpusat di satu server dengan kapasitas besar, dengan akses ke digital library dengan repository terdistribusi dengan kapasitas sedang. Perbandingan yang dapat dilihat dari kecepatan akses, macam standar yang diperlukan, prosedur update data, prosedur pemeliharaan, keamanan data dan lain-lain.
  2. Bandingkan alternatif pendukung keputusan tentang banyak barang yang diproduksi berdasarkan metode X dan metode Y dengan parameter jenis barang, dan jumlah barang.
  3. Bandingkan ketepatan dokumen hasil pencarian dengan metode X dan Y berdasarkan faktor-faktor: jumlah istilah, bobot istilah dan kecepatan proses.
  • ARGUMENTASI (setuju atau tidak setuju) meminta kita berada di satu sisi berdasarkan analisis dari bukti-bukti yang kuat dan alasan yang jelas dan dapat diterima.

Pada dasarnya hanya ada dua tipe dari 3 tipe yang dijelaskan di atas yaitu tipe analisis dan argumentasi. Tipe perbandingan termasuk dalam tipe analisis karena melakukan analisis terhadap 2 hal yang dibandingkan.

2. Siapkan sumber informasi (resources)

Ketika permasalahan sudah ditentukan dan jelas, maka sumber informasi dapat mulai dicari. Sumber informasi yang tersedia dalam suatu institusi akademik adalah :

  1. buku pegangan kuliah yang digunakan para dosen untuk mengajar. Sifat bukuini biasanya berisi teori dan latihan. Buku ini cocok untuk pengajaran dan dasar dari teori-teori yang sedang dipelajari.
  2. buku umum referensi seperti ensiklopedia dan kamus bidang ilmu tertentu yang digunakan untuk mengenalkan hal-hal dasar. Cocok untuk mahasiswa pemula
  3. jurnal ilmiah digunakan untuk mendapatkan pengembangan terbaru dalam bidang ilmu tertentu dan sangat cocok untuk menjadi referensi karya ilmiah. Jurnal ilmiah dapat dalam bentu cetak maupun digital (database online)
  4. Sumber informasi di Internet berupa situs-situs yang sesuai dengan bidang ilmu. Sifat informasi beragam dalam waktu dan ketepatan. Sumber informasi perlu verifikasi sebelum digunakan.
  5. Data statistik dan data-data dari pemerintah dapat didapatkan secara online seperti misalnya pada situs Badan Statistik Nasional. Perkembangan daerah-daerah tertentu atau negara tertentu dapat dipantau dari situs resmipemerintah terkait.
  6. Sumber informasi lain adalah hasil wawancara dan hasil observasi dari

3. Menyempitkan atau memperluas topik

Seringkali kita mendapati bahwa topik yang dipilih masih terlalu sempit artinya sumber informasi yang ditemukan sangat terbatas, ukuran karya ilmiah yang akan dihasilkan tidak mencukupi standar yang ditentukan (jumlah halaman misalnya), atau terlalu luas karena sumber informasi terlalu banyak sehingga perlu dipersempit cakupannya sampai sumber informasi yang digunakan cukup, misalnya 5 dari 25 sumber informasi. Menyempitkan atau memperluas juga diperlukan berkenaan dengan popularitas dari topik tersebut, jika topik sudah banyak dibahas dan diteliti, maka perlu perbaikan sehingga menghasilkan topik yang punya fokus khusus dari topik tersebut

4. Membangun permasalahan dari topik

Dari jenis karya ilmiah yang ditetapkan dapat ditentukan beberapa hal:

  • Argumentasi/thesis
  1. intinya pada pernyataan berdasarkan analisis dan bersifat argumentasi
  2. menyatakan apa pilihan/cara yang terbaik/tercepat/ paling tepat didasari pada hasil analisis
  3. pernyataan yang meyakinkan dengan didukung bukti dari hasil analisis
  4. menjawab pertanyaan “APA” dan “MENGAPA” dalam rangka membuktikan bahwa apa yang dinyatakan itu benar
  5. berada pada salah satu sisi dari topik
  6. pernyataan harus lolos uji “SO WHAT”, artinya pernyataan tersebut dianggap penting, menarik dan layak untuk diperdebatkan
  7. sifatnya terfokus dan sempit

Contoh : Metode Winter menghasilkan dukungan pengambilan keputusan untuk penentuan produksi barang musiman dengan ketepatan lebih dari 75%.

  • Analisis
  1. intinya pada pertanyaan-pertanyaan tentang apa yang akan diteliti, dicari jawabannya atau didapatkan solusinya
  2. mencari kemungkinan-kemungkinan pilihan/cara yang terbaik/tercepat/paling
  3. dapat diperoleh dengan menggunakan journalist’s questions untuk mendapatkan pertanyaan yang menarik dan layak untuk dianalis
  4. pertanyaan lolos uji “SO WHAT”, artinya pertanyaan tersebut akan menghasilkan jawaban yang layak dianalisis, dan menghasilkan temuan baru atau lain
  5. sifatnya luas, fokus pada beberapa hal

Maka pada intinya: thesis/argumentasi adalah salah satu kemungkinan/jawaban untuk menjawab. Contoh dari bentuk rumusan masalah yang bersifat analisis adalah: Bagaimana menentukan trend peningkatan jumlah konsumen dengan metode market basket analysis.

5. Uji “SO WHAT”

Ketika merencanakan untuk menulis, hal yang penting untuk diperhatikan adalah:

  1. usahakan/cari/pilih topik yang pantas untuk diperdebatkan atau untuk digali lagi.
  2. Permasalahan atau argumentasi yang disajikan masih populer, menarik untuk dibahas atau kontroversial
  3. Selalu bertanya :” SO WHAT” (apa pentingnya topik ini?) atau “WHO CARES” (siapa akan tertarik/peduli?)

Contoh topik:

  1. Teknologi SMS
  2. Image 2 dimensi
  3. Distributed database pada digital library
  4. Parking lot detection dengan infrared
  5. Car ID recognition

Mana yang kira-kira menarik untuk ditulis/dibahas/didiskusikan? Dan mana yang kurang menarik? Coba cek topik yang dipilih? Apakah cukup up to date untuk dibahas/ditulis? Buatlah topik lebih sempit atau lebih luas kemudian menentukan permasalahan untuk karya ilmiah argumentasi atau karya ilmiah analisis. Lakukan uji “SO WHAT” pada setiap pernyataan argumentasi atau pertanyaan yang akan diteliti

  • Jelaskan juga mengapa penelitian ini penting.  Di sini dapat dikemukakan tentang bagaimana nantinya penelitian ini dapat berkontribusi. Pikirkan bagaimana penelitian saudara dalam hal:
    • menyelesaikan pertanyaan secara teoritis,
    • membangun model teoritis yang lebih baik
    • mempengaruhi kebijaksanaan untuk masyarakat
    • mempengaruhi cara kerja dan hidup manusia
    •   Sumber menemukan masalah;
      • Studi  literature
      • Pertemuan ilmiah
      • Pengalaman
    • Uraian pertanyaan penelitian yang harus dicari jawabannya melalui proses penelitian.

Tujuan Penelitian

  • Tujuan penelitian=  research goal= hal-hal yang diharapkan akan tercapai dari penelitian yang dilakukan, sesuai dengan apa yang dipertanyakan pada rumusan masalah. Dengan demikian apa yang, dipertanyakan pada rumusan masalah, hal itu juga yang menjadi tujuan penelitian.
    • Tujuan Penelitian hendaknya dirumuskan dalam bentuk pernyataan yang konkrit dapat diamati (observable) dan dapat diukur (measurable).
    • Untuk menjelaskan tujuan akhir yang akan dicapai oleh peneliti setelah penelitian selesai dilakukan.
    • Untuk memberikan gambaran yang tegas tentang sasaran dan ruang lingkup penelitian.
    • Sesuatu yang ingin dicapai oleh peneliti dengan penelitiannya, berupa keinginan realistis. Harus mempunyai kaitan atau hubungan yang relevan dengan masalah yang diteliti
  • Yang diharapkan akan tercapai dari penelitian yang dilakukan, sesuai dengan apa yang dipertanyakan pada rumusan masalah. Dengan demikian apa yang dipertanyakan pada rumusan masalah, hal itu juga yang menjadi tujuan penelitian
  • sesuatu yang ingin dicapai oleh peneliti [dengan penelitiannya]….berupa keinginan realistis ….. Harus mempunyai kaitan atau hubungan yang relevan dengan masalah yang diteliti
  • Tujuan Penelitian adalah pernyataan singkat yang mengungkapkan apa yang hendak dicapai atau dihasilkan dari penelitian yang akan dilaksanakan. Tujuan Penelitian harus mencerminkan apa yang dibahas pada pendahuluan dan masalah penelitian.

Secara umum ada empat tujuan utama :

  1. Tujuan Eksploratif (Penemuan) : menemukan sesuatu yang baru dalam bidang tertentu;
  2. Tujuan Verifikatif (Pengujian): menguji kebenaran sesuatu dalam bidang yang telah ada;
  3. Tujuan Developmental (Pengembangan) : mengembangkan sesuatu dalam bidang yang telah ada;
  4. Penulisan Karya Ilmiah (Skripsi, Tesis, Disertasi)

Manfaat Penelitian

  • Kegunaan/manfaat penelitian umumnya dipilah menjadi dua kategori, yaitu teoritis/akademis dan praktis/fragmatis. Kegunaan teoritis/akademis terkait dengan kontribusi tertentu dari penyelenggaraan penelitian terhadap perkembangan teori dan ilmu pengetahuan serta dunia akademis. Sedangkan kegunaan praktis/fragmatis berkaitan dengan kontribusi praktis yang diberikan dari penyelenggaraan penelitian terhadap obyek penelitian, baik individu, kelompok, maupun organisasi. Hal-hal yang kemungkinan bisa berguna setelah penelitian selesai dilaksanakan.

• Isi manfaat penelitian bisa berupa:

– Manfaat teoritis (keilmuan)

Contoh: Memperluas pengetahuan penulis dalam masalah manajemen sumber daya manusia, khususnya tentang kinerja, motivasi, dan kemampuan karyawan. Menjadi referensi untuk penelitian-penelitian berikutnya yang relevan.

– Manfaat praktis (pemecahan masalah)

Contoh: Memberikan referensi bagi perusahaan dalam mengelola sumber daya manusia yang efektif

Menggambarkan manfaat dan pentingnya hasil penelitian bagi pengembangan ilmu mau pun pembangunan yang lebih luas… manfaat dari diperolehnya hasil penelitian [dicapainya tujuan penelitian]

  • Untuk menjelaskan manfaat/kontribusi yang akan diperoleh dari hasil penelitian dan siapa pihak yang akan mendapatkan manfaat tersebut.
  • Manfaat Penelitian= hal-hal yang kemungkinan bisa berguna setelah penelitian selesai dilaksanakan.
  • Menggambarkan manfaat dan pentingnya hasil penelitian bagi pengembangan ilmu mau pun pembangunan yang lebih luas… manfaat dari diperolehnya hasil penelitian (dicapainya tujuan penelitian)
  • Teknik merumuskan manfaat penelitian :
    • Disebutkan secara detail siapa saja yang mendapatkan manfaat dan apa manfaat yang dapat diperoleh dari hasil penelitian.
    •  Manfaat dapat dikaitkan dengan orientasi penelitian, apakah mempunyai kontribusi pada pengembangan dan penerapan IPTEKS, pengembangan kelembagaan/organisasi atau untuk pemecahan masalah-masalah praktis/menunjang pembangunan dsb.
  • Isi manfaat penelitian bisa berupa:
    • Manfaat teoritis (keilmuan
    • Manfaat praktis (pemecahan masalah)

 

*